DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI
Arti dzikir adalah
menyebut dan ingat.
Dzikir adalah : "Setiap
kalimat yang mengandung lafadz Alloh".
Seperti :Tasbih,
tahmid, Tahlil, Takbir, Hauqolah Sholawat, taawudz, basmalah, adzan, talbiyah,
alquran dll. Afdolu dzikri fa’lam annahu LAAILAHA ILALLOH (sebaik baiknya
dzikir adalah LAILAHA ILLALLOH)
سبحان الله ، الحمد لله ، لا اله إلا الله ، الله اكبر
لا حول ولا قوة إلا بالله ، اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه ، استغفر الله العظيم ، إنا لله وإنا إليه راجعون ،
بسم الله الرحمان الرحيم ، اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
Dzikir terbagi dua :
1. Dzikir jahar (dzikir
lisan/dzikir bersuara) baik suara pelan atau suara keras.
Dzikir dengan suara
pelan seperti :
Wiridan, berdoa, baca
quran dll.
Dzikir yang harus keras,
seperti:
Adzan, Talbiyah, Doa
imam agar terdengar jamaah, Wirid berjamaah, Baca Quran dll.
Dalam versi TQN PPS
Suryalaya Sirnarasa, dzikir jahar wajib keras suaranya, tepat gerakannya atau
arahnya.
2. Dzikir khofi /
dzikir qolbi / dzikir sirri adalah dzikir dengan hati tanpa suara
Dzikir bersuara pelan
ada perintah nya :
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ :
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ ، فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا
كَبَّرْنَا ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا
عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا .....
Dari Abi Musa
Rodliyallohu anhu , berkata :
Kami bersama Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pada satu
perjalanan, ketika kami naik tempat tinggi kami bertakbir.
Nabi pun bersabda : hai
manusia... Sayangi diri kalian. Kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan gaib,
tapi kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar dan Melihat.
HADITS INI TIDAK
MELARANG DZIKIR KERAS
NABI HANYA MENGINGAT
KAN PARA SAHABAT UNTUK MENJAGA STAMINA KARENA SEDANG DALAM PERJALANAN.
Karena Dzikir Suara
Keras pun ada haditsnya :
عن أبي
معبد مولى ابن
عباس أن ابن
عباس رضي الله
عنهما أخبره
أن رفع
الصوت بالذكر حين
ينصرف الناس من
المكتوبة كان على
عهد النبي صلى
الله عليه وسلم
،
وقال ابن
عباس : كنت أعلم
إذا انصرفوا بذلك
إذا سمعته .
رواه البخاري
ومسلم
Dari Abi Ma'bad maula
nya Ibnu Abbas
Sesungguhnya Ibnu Abbas
mengabarkan: Sesungguhnya mengeraskan suara dengan dzikir ketika beres dari shalat
fardu, itu terjadi di masa Nabi Muhammad SAW.
Kata Ibnu Abbas :Aku
mengetahui ketika orang-orang selesai shalat aku mendengarnya.
(Hadits Riwayat Bukhori
& Muslim)
Didalam ulumul hadits dijelaskan bahwa setiap hadits
yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim adalah shahih, makanya sering juga
disebutkan shahihaini.
Hadits hadits yang
diriwayatkan Imam Bukhori pasti shahih dan dijamin keshahihannya, sehimgga
dalam ilmu hadits ketika dikatakan hadits riwayat shahihaini berarti itu hadits
yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam sejarah dikatakan,
Imam Bukhari setiap mau nulis satu hadits beliau selalu mengambil wudlu terlebih
dahulu kemudian shalat dua rakaat, amat sangat berhati hati dalam menyajikan
haditsnya. Haditsnya kurang lebih sepuluh ribu hadits.
Jadi setiap kita mau
melakukan sesuatu, atau ,mau mengambil keputusan usahakan ada dalam keadaan
suci, lebih baik shalat sunnah dulu.
adapun ayat ini : yaitu
ayat alqur’an dalam surat Al-A'rāf : 205
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Dan ingatlah Tuhanmu
DALAM HATIMU dengan rendah hati dan rasa
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.
INI ADALAH DALIL
PERINTAH DZIKIR KHOFI / DZIKIR HATI.
KETIKA DZIKIR KHOFI MEMANG JANGAN
BERSUARA
KARENA INI DZIKIR HATI JADI TIDAK BERSUARA SAMA SEKALI
jadi....
ADA WAKTUNYA DZIKIR
PELAN
ADA WAKTUNYA DZIKIR
KERAS
ADA JUGA DZIKIR TIDAK
BERSUARA
Hadits dan quran diatas
tidak bertentangan, tapi ditempat kan pada situasi dan kondisi
masing-masing.
Orang-orang yang suka
usil menyalahkan dzikir keras dan melarangnya, itu orang kepanasan yang
takut mendengar dzikir.
Sadar ataupun tidak
setan didalam dirinya yang berontak tidak mau mendengar dzikir.
Karena orang mukmin akan
bergetar hatinya ketika mendengar dzikir kepada Alloh.
Dan dzikir tidak
mungkin terdengar kalo tidak dibaca dengan keras.
DZIKIR KERAS
DICONTOHKAN OLEH RASULULLAH SAW. DAN PARA SAHABAT.
KETIKA BERDZIKIR KERAS
KITA TIDAK MENGANGGAP ALLOH TULI...
TAPI UNTUK MENGGETARKAN
HATI AGAR KONSESNTRASI DAN UNTUK MENGUSIR SETAN YANG TAKUT DENGAN DZIKIR..
Salam bahagia dari
pecinta kesucian jiwa,
Kyai Shofa Wardian Syauqoni
(Waktal Abah Aos)

Komentar
Posting Komentar