Perempuan perempuan Sufi
Oleh: Eunis Khoerunnisa Dosen STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) Sirnarasa Berbeda dengan bidang lainnya, dalam wilayah tasawuf perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, dalam arti mempunyai kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga menjadi wajar jika kemudian tercatat dalam sejarah nama sufi perempuan. Namun acapkali dalam menerangkan tokoh-tokoh sufi perempuan sering tidak lengkap. Seperti adanya beberapa nama yang sama, sehingga apabila tidak disebutkan secara lengkap namanya, atau kota kelahiran, tahun kelahiran atau wafatnya, dimungkinkan terjadi salah informasi. Termasuk dalam hal ini Javad Nurbakhsh, dari 124 tokoh yang diangkat dalam karyanya, Sufi Women , hanya Rabî’ah al-Adawiyah secara agak lengkap dikupas, sementara yang lainnya hanya sedikit penjelasannya. Itu pun tanpa disertai dengan tahun kelahiran atau wafatnya, maupun tempat lahir dan wafat sufi tersebut, bahkan ada yang disebutkan dengan identitas sebagai gadis di Tepi Sungai ‟ ,...