Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Perempuan perempuan Sufi

Gambar
Oleh: Eunis Khoerunnisa Dosen STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) Sirnarasa Berbeda dengan bidang lainnya, dalam wilayah tasawuf perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, dalam arti mempunyai kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga menjadi wajar jika kemudian tercatat dalam sejarah nama sufi perempuan. Namun acapkali dalam menerangkan tokoh-tokoh sufi perempuan sering tidak lengkap. Seperti adanya beberapa nama yang sama, sehingga apabila tidak disebutkan secara lengkap namanya, atau kota kelahiran, tahun kelahiran atau wafatnya, dimungkinkan terjadi salah informasi. Termasuk dalam hal ini Javad Nurbakhsh, dari 124 tokoh yang diangkat dalam karyanya, Sufi Women , hanya Rabî’ah al-Adawiyah secara agak lengkap dikupas, sementara yang lainnya hanya sedikit penjelasannya. Itu pun tanpa disertai dengan tahun kelahiran atau wafatnya, maupun tempat lahir dan wafat sufi tersebut, bahkan ada yang disebutkan dengan identitas sebagai gadis di Tepi Sungai ‟ ,...

Perempuan dan Perkembangan Tarekat

Gambar
Eunis Khoerunnisa Dosen STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) Sirnarasa Sebenarnya banyak perempuan yang menjadi murid para guru sufi, akan tetapi banyak juga perempuan yang tidak memiliki akses kepada ajaran sufi seperti halnya laki-laki. Di negeri negeri muslim, peran serta kaum perempuan dalam tasawuf bersifat marginal , seringkali pekerjaan perempuan terbatas pada pencari barakah di makam-makam para wali atau berperan serta dalam perayaan-perayaan umum. Perempuan-perempuan mungkin juga menjadi penjaga makam-makam para wali, dan di Asia Selatan. Dalam konteks tarekat, pemisahan jenis kelamin tetap menjadi norma. Di Maroko, misalnya, perempuan-perempuan bisa ditemukan di antara para pencinta atau pengunjung luar yang menghadiri ritus-ritus umum tarekat-tarekat sufi yang popular, seperti tarekat Isawah atau Hamadsyah. Di Mesir, Dewan Tarekat Sufi secara resmi melarang keanggotaan kaum perempuan. Di kota-kota Mesir, seperti Kairo dan Iskandariyah, para perempuan yang mengikuti ajaran...

Filosofi Burok

Gambar
Burok adalah kendaraan yang dipakai ole h baginda Rasululloh SAW ketika melaksanakan isra’ mi’raj, diceritakan dalam kitab majmuatur rasa’il   atau biasa disebut oleh santri kitab bainama, karena kalimat awal kitab tersebut kata bainama. Burok merupakan hewan   yang   digambarkan dengan badan dan kakinya kuda, diceritakan kaki depannya memanjang apabila   menempuh jalan yang menurun, dan kaki belakangnya memendek. Kemudian jika menempuh jalan yang naik maka kaki depannya memendek dan kaki belakangnya memanjang. Gambaran burok tersebut, menunjukkan bahwa kita harus kuat menempuh jalan kehidupan, jalan   yang kita tempuh pasti berbeda, ada yang turun menukik, ada pula yang naik teramat sangat, ada yang penuh kerikil, ada juga yang mulus seperti hotmik. Artinya semua manusia berbeda diberi kehidupan oleh Alloh SWT   jalan yang berbeda, cobaan dan ujian setiap manusia   tidak sama, nasib juga berbeda, tapi yang terpenting dan yang membuat semua sama ...

Mengenal Perempuan perempuan Sufi

Gambar
Perempuan perempuan Sufi Oleh: Eunis Khoerunnisa, M.Ag Berbeda dengan bidang lainnya, dalam wilayah tasawuf perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, dalam arti mempunyai kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri pada Allah, sehingga menjadi wajar jika kemudian tercatat dalam sejarah nama sufi perempuan. Namun acapkali dalam menerangkan tokoh-tokoh sufi perempuan sering tidak lengkap. Seperti adanya beberapa nama yang sama, sehingga apabila tidak disebutkan secara lengkap namanya, atau kota kelahiran, tahun kelahiran atau wafatnya, dimungkinkan terjadi salah informasi. Termasuk dalam hal ini Javad Nurbakhsh, dari 124 tokoh yang diangkat dalam karyanya, Sufi Women , hanya Rabî’ah al-Adawiyah secara agak lengkap dikupas, sementara yang lainnya hanya sedikit penjelasannya. Itu pun tanpa disertai dengan tahun kelahiran atau wafatnya, maupun tempat lahir dan wafat sufi tersebut, bahkan ada yang disebutkan dengan identitas sebagai gadis di Tepi Sungai ‟ ,Perempuan d...