Filosofi Burok


Burok adalah kendaraan yang dipakai oleh baginda Rasululloh SAW ketika melaksanakan isra’ mi’raj, diceritakan dalam kitab majmuatur rasa’il  atau biasa disebut oleh santri kitab bainama, karena kalimat awal kitab tersebut kata bainama.

Burok merupakan hewan  yang  digambarkan dengan badan dan kakinya kuda, diceritakan kaki depannya memanjang apabila  menempuh jalan yang menurun, dan kaki belakangnya memendek. Kemudian jika menempuh jalan yang naik maka kaki depannya memendek dan kaki belakangnya memanjang.

Gambaran burok tersebut, menunjukkan bahwa kita harus kuat menempuh jalan kehidupan, jalan  yang kita tempuh pasti berbeda, ada yang turun menukik, ada pula yang naik teramat sangat, ada yang penuh kerikil, ada juga yang mulus seperti hotmik.

Artinya semua manusia berbeda diberi kehidupan oleh Alloh SWT  jalan yang berbeda, cobaan dan ujian setiap manusia  tidak sama, nasib juga berbeda, tapi yang terpenting dan yang membuat semua sama adalah cara mereka menjalani dan menikmatinya bahagia atau tidak adalah RASA.

Jalan kita boleh tidak sama, ujian dan cobaan yang menimpa berbeda, tapi RASA wajibulkudu sama BAHAGIA.

Rasa adanya didalalm hati, maka tenangkan dan bahagiakan hati dengan selalu berdzikir (mengingat Alloh).

#talkindzikir #dzikirjahar #dzikirkhofi #abahaos 

#sohbah #Umisasya #Kyaisofawardiansyauqoni


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI