DETAKKAN JANTUNGNMU DENGAN LAAILAHA ILALLOH
Kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita, tapi tidak ada yang tahu kapan, dimana dan dengan cara apa kita mati. Ada yang sakit berbulan bulan bahkan bertahun tahun dulu sebelum mati, ada juga yang tidak mengalami sakit langsung mendadak mati, malaikat tanpa permisi menghampiri dan menjemput. Belakangan banyak sekali orang yang mati mendadak, dan kita tidak tahu seperti apa kematian kita, kapan malaikat akan menjemput kita. Oleh sebab itu tidak bisa dielakkan lagi bahwa penting bagi kita untuk talqin dzikir, supaya setiap detak jantung kita bersama LAAILAHAILALLOH (dzikir jahar dan dzikir khofi) Jika sudah talqin dzikir, kita tak perlu resah kapan dan dimana Malaikat akan menjemput kita.
*Sekelumit pengetahuan tentang talqin dzikir
Didalam thoriqoh ada
yang disebut Talqinudz-Dzikr, yakni pendiktean kalimat dzikir La ilaaha illallah
dengan lisan (diucapkan) atau pendiktean Ismudz-Dzat lafadz Allah secara
bathiniyah dari seorang guru mursyid kepada muridnya.
Dalam melaksanakan dzikir thoriqoh
seseorang harus mempunyai sanad (ikatan) yang mutasil (bersambung) dari guru
mursyidnya yang terus bersambung sampai kepada Rasulullah SAW. Penisbatan
(pengakuan adanya hubungan) seorang murid dengan guru mursyidnya hanya bisa
melalui Talqin dan Ta’lim dari seorang guru yang telah memperoleh izin untuk
memberikan ijazah yang sah yang bersandar sampai kepada guru mursyid
Shohibuth Thoriqoh, yang terus bersambung sampai kepada rasulullah SAW.
Karena dzikir tidak akan memberikan
faidah secara sempurna kecuali melalui talqin dan izin dari seorang guru
mursyid. Bahkan mayoritas ulama thoriqoh menjadikan talqin dzikir ini sebagai
salah satu syarat dalam berthoriqoh. Karena isi (rahasia) didalam thoriqoh
sesungguhnya adalah keterikatan antara satu hati dengan hati yang lainnya
sampai kepada rasulullah SAW, yang bersambung sampai kehadirat Yang Maha
Haqq, Allah Azza wa Jalla.
Dan seseorang yang telah memperoleh
talqin dzikir dari seorang guru mursyid, berarti dia telah masuk silsilahnya
para kekasih Allah yang Agung.
Jadi jika sudah berthoriqoh berarti dia telah berusaha untuk
turut menjalankan perkara yang telah dijalankan oleh mereka para kekasih Alloh.
Perumpamaan orang yang berdzikir yang
telah di talqin oleh guru mursyid itu seperti lingkaran rantai yang saling
bergandengan hingga induknya, yaitu Rasulullah SAW. Jadi kalau induknya ditarik
maka semua lingkaran yang terangkai akan ikut tertarik kemanapun arah
tarikannya itu. Dan silsilah para wali sampai kepada Rasulullah SAW itu
bagaikan sebuah rangkaian lingkaran-lingkaran anak rantai yang saling
berhubungan.
Berbeda dengan orang yang berdzikir yang belum
bertalqin/ bebai’at kepada seorang guru mursyid, ibarat anak rantai yang
terlepas dari rangkaiannya. Seumpama
induk rantai itu di tarik, maka ia tidak akan ikut tertarik. Maka kita semua
perlu bersyukur karena telah diberi ghiroh (semangat) dan kemauan untuk
berbai’at kepada seorang guru mursyid. Tinggal kewajiban kita untuk
beristiqomah menjalaninya serta senantiasa menjaga dan menjalankan syari’at
dengan sungguh-sungguh. Dan semoga kita semua bisa istiqamah berthariqoh,
aamiin YRA.

Komentar
Posting Komentar