Jangan takut anak tidak meniru kebaikan kita, tapi takutlah jika anak meniru kejelekan kita

Syakira dan Kerudungnya
By: Umi Sasya

Syakira, lahir selang dua belas menit setelah kelahiran Sajida. Kumenyebutnya Adik Syakira dan Kakak Sajida. Aneh, mereka kembar tapi nggak sama, dalam sifat, tingkah laku, kemauan, dan lain sebagainya. Syakira lebih dewasa dari Sajida yang kusebut sebagai kakaknya.

Dalam pergaulanpun, Syakira lebih memilih gabung dengan mereka yang sudah agak dewasa. Syakira seneng main bareng santriah, berjamaah di Mesjid bareng santriah, sehingga secara tidak disadari ia meniru santriah, misal dalam berpakaian. Syakira sudah tidak mau pakai baju pendek, jika keluar rumah ia juga tidak pernah melepas kerudungnya.

Syakira sudah bercita cita, kalau kelas 3 SD nanti mau mesantren, ku iyakan saja kemauannya, semoga Uminya bisa mengabulkan permintaannya, dimudahkan segala urusannya, disehatkan lahir dan batinnya, dan rizqinya terus mengalir, aamiin.


Pernah suatu hari kami ikut rihlah (tamasya ke pantai bareng santri / santriah) setelah melaksanakan ujian kenaikan kelas di Pesantren, seperti biasa kalau main ke pantai nggak afdol kalau nggak berenang, Syakira pun ikut berenang bareng temen-temennya, renang dipantai main pasir pula, ia     sangat  menikmati suasana, maklum ia baru pertama kali kubawa jalan jalan ke pantai, heuheu









Waktu bermain dipantaipun habis, semua santriah ngantri bersih bersih ke jamban, giliran Syakira masuk jamban, ia nanya dulu “Umi mana baju buat gantinya?” ku langsung mengeluarkan baju gantinya dari tas, “Umi, kerudungnya mana?” (Syakira menyusul lagi), kucari ditas nggak ada, ternyata aku lupa masukin kerudung ketas “Sekarang nggak dikerudung dulu ya, kan mau naik sepeda bareng Umi, kerudungnya ketinggalan dipenginapan” (kucoba mengalihkan pembicaraannya) sontak Syakira  marah, nangis didepan santriah, didepan temanku juga yang kebetulan waktu itu ada disana.

Semua jurus telah kukeluarkan untuk membujuknya, bahkan temanku yang ada disitu ikut membujuk Syakira dengan menawarkan sobrannya untuk dipake kerudung sama Syakira atau dipake sama Uminya, Syakira pake kerudung Umi, tapi keukeuh Syakira mau kerudung anak. Nangisnya lumayan lama, ku sudah kehabisan akal, akhirnya kucuci kerudung yang sudah dipake renang oleh Syakira trus kukeringkan dengan caraku sendiri, barulah Syakira berhenti nangis dan mau memakai kerudung yang kucuci itu.

Menghadiri acara ulang tahun temannya pun Syakira selalu mau pake kerudung, kalau teman temannya memakai ikat rambut, bando, jepit atau acsesoris lainnya, Syakira tetep pake kerudung dengan variasi sederhana karya Uminya.






Acara Kartinian, atau Fashion show selalu mau didandani dengan memakai kerudung, Uminya yang harus pinter membuat variasi kerudung yang cocok buat anak anak










Ketika berenang dikolam renangpun Syakira tidak mau melepas kerudungnya, jika anak anak seusianya memakai pakaian renang yang sexi, Syakira memilih baju renang muslimah seperti yang kugunakan.


Ketika bermain sepeda/motor  Syakira tetep berkerudung, Nggak ada kata gerah buatnya walau main panas panasan, nggak pengen kayak kakaknya Sajida, nggak tergoda juga sama kakak kakak sepupunya yang kadang bermain tanpa berkerudung.



Suatu hari Syakira mau berangkat ngaji dan mengganti bajunya, ia berkata ‘Umi, tahun depan (lebaran) aku mau bikin baju gamis sama kerudungnya plus cadarnya” aku sejenak diam dan terheran heran, Anak seusia Syakira (7,5 tahun) sudah berfikir mau memakai cadar, padahal ku tak pernah mendoktrinnya untuk berkerudung sedari kecil apalagi memakai cadar. Ku hanya mengajarkan mereka tentang akhlak seorang muslimah yang baik termasuk dalam berpakaian dengan pakaianku sendiri.

Kebetulan sejak kuliah aku nyaman dengan pakaian gamis dan itu masih dan mudah mudahan selamanya kugunakan, walau mungkin pakaian gamisku masih jauh dari criteria syar’i (keharusan pakaian menutup aurat menurut Islam), sehingga Syakira mau berpakaian seperti Uminya, padahal usianya baru 7,5 tahun, yang lagi lucu lucunya kalau dipakein pakaian anak dengan model model yang sekarang lagi tren, tapi itu tidak berlaku bagi Syakira’ mungkin juga ia mengerti akan kemampuan Uminya, mungkin Syakira dihatinya bilang gini: “Umi nggak bakal mampu deh beli baju baju mahal dengan barbagai model yang wah buat aku” , Uminya nyadar juga.

Terlepas dari mampu atau tidak beli baju yang super mewah, aku mempunyai catatan dengan semua yang Syakira alami saat ini. Anak akan meniru orang orang terdekatnya, dalam segala hal, termasuk dalam gaya berpakaian, selain melihat gaya pakaian Uminya  ia juga berada dilingkungan Pesantren.
Buat Umi/Ibu/bunda/Ambu/ema/Mamah dan apalah apalah, yang baca tulisan sederhana ini, jadilah teladan yang baik bagi anak anak, dalam hal apapun, karena anak akan merekam dan meniru apa yang kita lakukan.

Jangan takut anak tidak meniru kebaikan yang kita lakukan, tapi takutlah jika anak meniru kejelekan yang kita lakukan.

Oleh karena itu, jadilah tauladan bagi mereka.

Semoga kita bisa mendidik amanah-Nya dengan sebaik mungkin,
aamiin YRA.

Salam hangat dari Umi Sasaya (Uminya Sajida-Syakira)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI