GURU MURSYID PASTI TAU KONDISI MURID MURIDNYA
tiba tiba ada
seorang perempuan
menelpon suami saya, bicara bla bla bla ….
bangkitlah jiwa keegoan
saya
sebagai seorang perempuan
dan sebagai
seorang istri (tapi tetep syantik, nggak sampai keluar tanduk, wkwkwk)
saya diam seribu bahasa,
kemudian suami bertanya:
“Umi kenapa diem ajah?”
“Umi kenapa diem ajah?”
dijawab singkat
dengan beribu isyarat,
hmmmm:”gapapaaaaa”
lanjut suami merayu dan menggoda dengan berbagai cara
saya tetep diam
seribu bahasa *tahan harga, heu
sampai gakuat menahan
godaan, akhirnya terpaksa sayapun bicara
“Umi takut Abi
berpaling, Abi tetep bersama Umi kan?"
kemudian pak suami
jawab “iya sayaaaang”
(sembari merangkul
dan seperti biasa mengusap wajah sederhana ini, hihi)
tapi saya tetap
diam, pura pura nggak tersanjung (masih tahan harga, heu)
tibalah kami di
Madrasah Sang penyejuk hati, penerang jiwa, penenang rasa
kami duduk
dideretan belakang para Ikhwan yang hadir di Madrasah jum'at pagi itu
Abah Aos tersenyum
dan menyapa: ”Kyai… sini duduknya didepan”
Suami pun maju ke
depan, sementara saya masih duduk dibelakang
karena merasa
malu, didepan berjejer laki laki semuanya
kemudian Abah pun
berkata kepada saya
“Kadieu sareng anu
gaduhna” (sini sama yang punyanya)
seketika saya
kaget plus bahagia tiada tara, hati berbunga bunga
kaget, karena Abah
bicara didepan banyak ikhwan
bahagia, merasa
mendapat jawaban dari keresahan tadi diperjalanan
dan akhrinya saya
semakin yakin
Abah sebagai
Mursyid
dan Mursyid pasti tau keadaan semua murid muridnya
kok bisa begitu?
karena sejauh yang
saya tau
diantara kriteria Guru
Mursyid dapat dilukiskan atau digambarkan secara riil
diantaranya adalah
Guru Mursyid itu dicerdikkan oleh Alloh
bukan oleh yang lain lain
Guru Mursyid
adalah kamil lagi mukammil (sempurna lagi menyempurnakan)
demikian sekelumit
cerita dari saya.
#perempuan biasa,
perempuan pecinta kesucian jiwa (Umi Sasya)

😍😍
BalasHapus