Surat Cinta Buat Calon-calon Mantuku
Surat Cinta Buat Calon-calon Mantuku
by: Umi Sasya
Assalamualaikum,
Buat kalian yang akan menjadi mantu-mantuku (heu, entah siapa, dimana, dan, kapaaaaan ya?)
Kutitipkan anak kembarku Sajida-Syakira kepada kalian,
Anak kembarku yang sangat kucintai dan kusayangi, mereka adalah belahan jiwaku, kebahagiaan mereka kebahagiaanku, pun sebaliknya.
Jika kalian nanti menjadi pendamping mereka, cintai, sayangi mereka dengan sepenuh hati, laiknya seorang wanita yang harus diperlakukan dengan lembut nan penuh perhatian.
Mereka kudidik sedari kecil tentang ilmu agama, mengenal Alloh dan Rasul-NYA, jadi, insyaalloh mereka faham agama, mereka kuajari tentang bersosialisasi, berinteraksi, insyaaloh mereka akan mampu berinteraksi dengan orang lain sebaik mungkin, perangai yang baik sudah kutanamkan sedari kecil, mengahargai sesama, pun terhadap mereka yang berbeda.
Dukung cita-cita mereka, dukung semua aktifitas mereka yang positif, untuk kebaikan mereka dan kalian sebagai pasangannya, jika mereka berkiprah dimasyarakat dalam hal yang positif, tolong jangan cegah mereka selama itu untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.
Tentunya terlebih dahulu sudah melakukan kewajiban yang harus dipenugi mereka terhadap kalian sebagai pasangan mereka. Yakinlah, bahwa tidak akan ada yang keliru dengan amal baik, jika kalian mengiznkan kebaikan yang dilakukan oleh mereka, maka kalian juga termasuk orang yang berbuat baik.
Namun, jika mereka melakukan kesalahan, Tegurlah mereka mereka, tegur dengan kelembutan, karena kelembutan yang akan meluluhkan, jangan sekali kali menegur mereka dengan cara yang tidak pantas (kata-kata, atau perilaku yang menyakiti fisik dan jiwa mereka, apalagi menyalahi aturan agama) karena mereka adalah belahan jiwaku, aku akan bahagia jika mereka bahagia, pun sebaliknya. Mereka adalah anak2ku yang kubesarkan dengan kelembutan dan kasih sayang walau tanpa ada sosok ayah disamping mereka. Maka kalianlah (ya, kalian calon menantuku) yang harus jadi laki-laki panutan, pemberi tauladan, dan sekaligus pelindung bagi mereka.
Dan, jika mereka mau bertemu dengan keluarganya (khususnya aku sebagai ibunya) berilah izin, berilah kelonggaran untuk bisa menemui keluarganya, selama hal itu tidak mengganggu kepentingan kalian. Walaupun yang lebih berhak atas mereka (anak kembarku adalah kalian (jika sudah menjadi suaminya) tapi tidak akan mengurangi sedikitpun hak kalian terhadap mereka, jika kalian memberi kelonggaran terhadap mereka untuk bertemu dengan keluarganya.
Karena, selain sebagai seorang istri, mereka juga adalah seorang anak yang tentunya mempunyai keinginan untuk bertemu dengan keluarganya (khususnya aku sebagai ibunya). Pun mereka (anak kembarku) telah kuberi pengertian, bahwasannya, pasangan kalian kelak adalah anak dari seorang ibu yang susah payah mengandung, menyusui dan membesarkannya, jika suamimu lebih mengutamakan ibu dan keluarganya, maka insyaalloh mereka akan dengan senang hati mengizinkan kalian.
Wahai, calon-calon mantuku, sekali lagi, ibu berpesan kepada kalian, sayangi, cintai, dan lindungi mereka anak kembarku, belahan jiwaku, permata hatiku, sepenuh hati kalian.
Wassalam,
Calon Ibu Mertua (Umi Sasya)









Komentar
Posting Komentar