TENTANG HATI (jika hatinya baik, maka seluruh ucap dan tindaknya akan baik)
Hati Motoris Amal
Oleh: Eunis Khoerunnisa, S.Sos.I., M.Ag
(Umi Sasya
Dari Nu’man Bin
Basyir Rodiyallohu anhuma, Nabi SAW bersabda:
ALAA INNA
FILJASADI MUDGOTAN, IDZA SOLAHAT
SOLAHAL JASADU KULLUH, WAIDZA
FASADAT FASADAL JASADU KULLUH,
ALAA WAHIYALQOLBU.
“Ingatlah bahwa dalam
jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasad, jika
ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad, ketahuilah bahwa ia adalah HATI.”
Dari hadits ini jelas
bahwa segala sesuatu yang kita lakukan bersumber dari hati, termasuk kemampuan
kita memahami sesuatu pusatnya adalah hati, bukan otak.
Tentang hati, apabila hatinya baik,
maka seluruh jasadnya akan baik,
bagaimana maksud dari baiknya hati?
1.
Khauf
dan roja’ yaitu hati selalu merasa takut kepada Alloh, sehingga tidak ada kesempatan
untuk kita untuk berbuat sesuatu yang tidak disukai oleh Alloh, karena hati
kita sudah merasa takut oleh Alloh, jadi dimanapun kapanpun sedang apapaun akan
selalu jaga lisan dan perbuatan karena sudah merasa takut dan dilihat oleh
Alloh SWT, ini Ihsan Namanya, ada dalam ranaha tasawuf. Dan Roja’ selalu
berharap hanya kepada Alloh, tidak
berharap kepada manusia yang ujungnya pasti kecewa, tapi teruslah berharap
kepada Alloh, apapun urusannya, apapun yang kita butuhkan kita cita citakan
hanya berharap kepada Alloh, dan Alloh akan memenuhi semuanya, baik langsung
maupun melewati tangan tangan manusia yang digerakkan oleh Alloh SWT. Itu yang
dimaksud dengan Baiknya hati. Kita yang sudah mendapat talkin dzikir pasti
sudah mendapat kebaikan ini.
2. Niat
yang ikhlas, segala sesuatu harus dibarengi dengan keikhlasan hati. Itu sudah
menunjukan bahwa hati kita sudah baik. Kalau kita mengerjakan sesuatu tanpa
niat yang ikhlas maka yang kita dapat hanya cape saja, tidak dapat apa apa
lagi, tapi jika dalam hati kita selalu ikhlas maka semuanya akan kita dapatkan.
Ikhlas itu urusan hati, jadi tidak dapat dinilai dari lahiriyahnya, dan yang
tau ikhlas atau tidak bukan orang lain, tapi hanya diri kita dan Alloh SWT.
Jadi anda jangan anggap para penceramah yang mendapat bayaran besar itu tidak
ikhlas, karena ikhlas bukan urusan itu, ikhlas mah ayana dina hate. Siapa tau
yang bayarannya besar hatinya ikhlas, yang tidak dibayar besar malah tidak
ikhlas, jadi ikhlas mah urusan hate.
Hati adalah motoris
amal (penggerak atau komando semua amal kita) hati kita seperti ibu kota. Pusat
segala kebijakan dan program hidup kita dibuat dan diputuskan. Hati kita
sekaligus merupakan pusat komando. Gerak lisan, gerak tangan, gerak kaki, dan
seluruh gerak indera kita adalah atas titah-perintah hati. Oleh karena pusat
segalanya-semuanya, hati kita harus diisi, dikuasai, dan dipenuhi sumber
Kebenaran Mutlak yaitu Gusti ALLOH. Hati kita harus suci dari segala macam noda
dosa, bersih dari segala penyakit hati yang bisa merusak segala kebijakan dan
program hidup kita. Tiada alat penyuci dosa dan pembersih penyakit hati kecuali
mendawamkan dua Dzikir yang di-Talqin-kan yaitu Jahar dan khofi.
Semoga kita ternasuk
orang orang yang baik hatinya dan dicerminkan dengan akhlak kita. Aamiin
Salam penuh cinta dari perempuan biasa pecinta kesucian jiwa (Umi Sasya)

Komentar
Posting Komentar