Majelis Taklim


Materi dan Metode Pengajaran Majelis Taklim
Oleh: Eunis Khoerunnisa, M. Ag
(Penyuluh Agama Islam Malangbong _ Garut)

Materi atau bahan ajar majelis taklim adalah apa yang hendak diajarkan dalam majelis taklim. Yang pasti  materi ini adalah ajaran Islam dengan segala keluasannya. Islam memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi segala aspek kehidupan, maka pengajaran Islam berarti pengajaran tentang tata hidup yang berisi pedoman pokok yang digunakan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya didunia dan untuk menyiapkan hidup yang sejahtera di akhirat nanti. Dengan demikian materi pelajaran agama Islam luas sekali meliputi seluruh aspek kehidupan.
Secara garis besar ada 2 kelompok pelajaran dalam majelis taklim, yaitu kelompok pengetahuan agama dan kelompok pengetahuan umum.
 Kelompok pengetahuan Agama yaitu:
a)        Tauhid adalah, mengesahkan Allah dalam hal
mencipta, menguasai, mengatur, dan mengikhlaskan peribadahan hanya kepadanya;
b)        Akhlakul karimah, materi ini meliputi akhlak yang terpuji, dan akhlak yang tercela. Akhlak terpuji antara lain ikhlas, tolong menolong, sabar dan sebagainya. Akhlak tercela meliputi sombong, kikir, sum’ah dan dusta, bohong dan hasud.
c)        Fiqih. Adapun isi materi fiqih meliputi tentang shalat, puasa, zakat, dan sebagainya. Di samping itu juga dibahas hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman sehari-hari, yang meliputi pengertian wajib, sunah, halal, haram, makruh dan mubah. Diharapkan setelah mempunyai pengetahuan tersebut jamaah akan patuh dengan semua hukum yang diatur oleh ajaran Islam;
d)       Tafsir, adalah ilmu yang mempelajari kandungan Al-Qur'an berikut penjelasannya, makna dan hikmahnya;
e)        Hadits adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan dan persetujuan Nabi Muhammad yang dijadikan ketetapan atau hukum dalam agama Islam.
      
             Sedangkan kelompok pengetahuan umum adalah  tema tentang hal yang langsung ada kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Kesemuanya itu dikaitkan dengan agama artinya dalam menyampaikan uraian-uraian tersebut hendaknya jangan dilupakan dalil – dalil agama, baik berupa ayat-ayat Al-Qur’an atau hadist-hadist maupun contoh dari kehidupan Rasullah SAW.
Untuk mencapai tujuan dari pengajaran Majlis Taklim, maka diperlukan cara atau metode. Metode adalah cara, dalam hal ini cara menyajikan bahan pengajaran dalam majelis taklim untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Makin baik metode yang dipilih, makin efektif pencapaian tujuan. Metode mengajar banyak sekali macamnya, namun bagi majelis taklim tidak semua metode itu dapat dipakai. Ada metode mengajar dikelas yang tidak dapat dipakai dalam majelis taklim Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi dan situasi sekolah dengan majelis taklim.
Di bawah ini akan diuraikan secara singkat metode – metode yang sampai saat ini masih banyak digunakan pada umumnya di berbagai majlis taklim:
1.   Metode Ceramah
Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Guru memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu tertentu (waktunya terbatas) dan tempat tertentu pula. Dilaksanakan dengan bahasa lisan untuk memberikan pengertian terhadap suatu materi pembelajaran. Arief, Armai menerangkan  metode  ceramah pada zaman dahulu dilakukan di mesjid, pada zaman pertengahan metode ceramah dilakukan madrasah sedang zaman modern ceramah dilakukan dengan dilengkapi oleh media infocus, Video, dan lain-lain. Metode ini paling tua dan sangat banyak dipergunakan, bahkan oleh para rasul, seperti difirmankan di dalam surat Al a’raaf ayat 35 sebagai berikut:

Artinya: Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, Maka Barangsiapa yang bertakwa dan Mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati16

Metode dipergunakan apabila: jumlah pendengar cukup besar, Waktu yang tersedia sedikit, menerangkan bacaan khusus, untuk menyimpulkan pokok-pokok penting, mengulangi pelajaran atau pembahasan terdahulu, digunakan oleh penceramah yang lancer berbicara lisan dan mampu menarik perhatian pendengar.
2.  Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara guru dan murid, atau murid bertanya dan guru menjawab.
Metode ini digunakan apabila : guru bermaksud mengetahui penguasaan materi murid, guru bermaksud menarik perhatian dan konsenterasi murid, guru mengarahkan pemikiran murid. Kebaikan metode ini adalah dapat mengaktifkan murid, metode ini bisa menjadi awal diskusi.
3.  Metode Diskusi
Diskusi pada dasarnya adalah saling menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu. Allah SWT memberikan contoh pertanyaan yang mengandung masalah, baik untuk difikirkan  maupun didiskusikan  dengan mempergunakan pengetahuan masing-masing seperti surat Al alaq ayat 5 sampai 14 sebagai berikut:

Artinya: 
Dia  mengajar  kepada  manusia  apa  yang tidak     diketahuinya.   Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada tuhanmulah kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan shalat, bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? tidaklahdia mengetahuibahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya17

Penggunaan metode ini dalam kajian keagamaan  sangat baik yaitu audien menjadi aktif dan mendorong semuanya untuk berdiskusi, sehingga pertanyaan bisa disampaikan secara langsng dan solusi bisa langsung didapat, ini salahsatu manfaat kita menghadiri majelis taklim.
Demikian sekelumit tentang  materi majelis taklim dan metode penyampaian materi materi di majlis taklim. Semoga bermanfaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI