TIGA JENIS HATI



Menurut penelitian bahwa hati manusia itu digerakkan dibolak balikkan setiap malam sebanyak 70.000 kali, makanya kadang galau, kadang merasa ganteng seperti Andilaw, kadang merana kadang bahagia, kadang merasa dicinta kadang merasa dicerca, kadang merasa nyaman kadang tak aman, kadang ingin dicintai kadang membenci dan lain sebagainya. Sebab itu ada do’a Ya muqollibal qulub tsabbit qalbi ala dinika wa toatika (Ya Alloh tetapkanlah hati ini pada agamamu dan ketatan kepadamu). Beruntung bagi orang yang sudah ditalkin yang selalu mengingat Alloh kapan saja, dimana saja sedang apa saja, hati dan perbuatannya tentu akan baik baik saja, jika belum baik setidaknya ada rasa takut karena selalu mengingat Alloh. Makanya perbanyak dzikir Jahar maupu khofi LAAILAHAILLALLOH.

Karena ketenangan akan didapat hanya dengan mengingat Alloh yaitu berdzikir “Alaa bidzikrillahi tatma’inul qulub” dzikir dzikir dan terus dzikir. Ari dzikir teh hartosna ingat, ingat teh eling, jadi orang yang selalu berdzikir berarti selalu ingat dan eling. Sebaliknya, orang yang tidak berdzikir berarti tidak ingat, hartosna ceuk Bahasa sunda mah teu eling.

mengutip pendapatnya Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa hati terdiri dari 3 macam:

Pertama, hati yang sehat dan menyebabkan keselamatan. Hati yang sehat memiliki beberapa tanda, yaitu, imannya kokoh, ahli bersyukur, tidak serakah, kehidupan tenteram, khusyuk dalam beribdah, banyak berdzikir, kebaikan selalu dinamis, segera sadar jika melakukan kesalahan, suka bertobat dan sebagainya.

Kedua, hati yang sakit. Hati yang sakit adalah hati yang masih memiliki keimanan, ada ibadah, ada pahala, namun ada pula noda-noda maksiat dan dosa. Tanda-tanda hati yang sakit antara lain: hati selalu gelisah jauh dari ketenangan, mudah marah, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, susah menghargai orang lain, kehidupan tidak nyaman, mengalami penderitaan lahir batin, dan sebagainya.

Ketiga, hati yang mati. Hati yang mati berarti hati yang telah mengeras dan membatu karena terlalu banyak kotoran akibat dosa-dosa yang diperbuat. Sebagaimana firman Allah dalam quran surat al muthafifin ayat 12 sampai 14:

"Wama yukadzibu bihi illa kullu mu’tadin atsim, idza tutla alahi ayatuna qola asatirul awwalin, kalla bal’rona ala qulubihim maa kanu yaksibun."

Artinya: “Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan Setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu", sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Hati yang bersih dan sehat bisa saja menjadi sakit bahkan kotor dan menjadi mati disebabkan karena dosa. Sehingga ketika hati sudah mati tiada sesuatu pun yang indah dalam dirinya. Sebagaimana potongan hadits mengatakan “.....jika baik hati seseorang maka baik pula semuanya...”.

Semoga hati kita semua selalu sehat, yang masih sakit segera disehatkkan.

#talkindzikir #dzikirjahar #dzikirKhofi #nulis 

#tqn #sirnarasa #abahaos #waktalabahaos #Shofawardiansyauqoni #Umisasya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI