JIKA BAIK HATINYA MAKA BAIK SELURUH AMALNYA
Dari Nu’man Bin Basyir Rodiyallohu anhuma, Nabi SAW bersabda:
ALAA
INNA FILJASADI MUDGOTAN, IDZA
SOLAHAT SOLAHAL JASADU KULLUH,
WAIDZA FASADAT FASADAL JASADU KULLUH, ALAA
WAHIYALQOLBU.
“Ingatlah bahwa dalam jasad itu ada
segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasad, jika ia rusak, maka
rusak pula seluruh jasad, ketahuilah bahwa ia adalah HATI.”
Dari hadits ini jelas bahwa segala
sesuatu yang kita lakukan bersumber dari hati, termasuk kemampuan kita memahami
sesuatu pusatnya adalah hati, bukan otak.
Apabila hatinya baik, maka seluruh
jasadnya akan baik, bagaimana maksud dari baiknya hati?
1.
Khauf dan roja’ yaitu
hati selalu takut kepada Alloh, sehingga tidak ada kesempatan untuk kita untuk
berbuat sesuatu yang tidak disukai oleh Alloh, karena hati kita sudah merasa
takut oleh Alloh, jadi dimanapun kapanpun sedang apapaun akan selalu jaga lisan
dan perbuatan karena sudah merasa takut dan dilihat oleh Alloh SWT, ini Ihsan
Namanya, ada dalam ranaha tasawuf. Dan Roja’ selalu berharap hanya kepada
Alloh, tidak berharap kepada manusia
yang ujungnya pasti kecewa, tapi teruslah berharap kepada Alloh, apapun
urusannya, apapun yang kita butuhkan kita cita citakan hanya berharap kepada
Alloh, dan Alloh akan memenuhi semuanya, baik langsung maupun melewati tangan
tangan manusia yang digerakkan oleh Alloh SWT. Itu yang dimaksud dengan Baiknya
hati. Kita yang sudah mendapat talkin dzikir pasti sudah mendapat kebaikan ini.
2. Niat yang ikhlas, segala sesuatu harus dibarengi dengan keikhlasan hati. Itu sudah menunjukan bahwa hati kita sudah baik. Kalau kita mengerjakan sesuatu tanpa niat yang ikhlas maka yang kita dapat hanya cape saja, tidak dapat apa apa lagi, tapi jika dalam hati kita selalu ikhlas maka semuanya akan kita dapatkan. Ikhlas itu urusan hati, jadi tidak dapat dinilai dari lahiriyahnya, dan yang tau ikhlas atau tidak bukan orang lain, tapi hanya diri kita dan Alloh SWT. Jadi anda jangan anggap para penceramah yang mendapat bayaran besar itu tidak ikhlas, karena ikhlas bukan urusan itu, ikhlas mah ayana dina hate. Siapa tau yang bayarannya besar hatinya ikhlas, yang tidak dibayar besar malah tidak ikhlas, jadi ikhlas mah urusan hate.
Hati adalah motoris amal (penggerak atau
komando semua amal kita) hati kita seperti ibu kota. Pusat segala kebijakan dan
program hidup kita dibuat dan diputuskan. Hati kita sekaligus merupakan pusat
komando. Gerak lisan, gerak tangan, gerak kaki, dan seluruh gerak indera kita
adalah atas titah-perintah hati. Oleh karena pusat segalanya-semuanya, hati
kita harus diisi, dikuasai, dan dipenuhi sumber Kebenaran Mutlak yaitu Gusti
ALLOH. Hati kita harus suci dari segala macam noda dosa, bersih dari segala
penyakit hati yang bisa merusak segala kebijakan dan program hidup kita. Tiada
alat penyuci dosa dan pembersih penyakit hati kecuali mendawamkan dua Dzikir
yang di-Talqin-kan yaitu Jahar dan khofi.
Semoga kita ternasuk orang orang yang
baik hatinya dan dicerminkan dengan akhlak kita. Aamiin
#hati #baikhatinyabaikseluruhamalnya #ShofaWardianSyauqoni #WaktalAbahAos #Adminpost

Komentar
Posting Komentar