JIM PERTAMA DALAM KATA DZULHIJJAH



BULAN DZUL HIJJAH Bulan Dzul Hijjah terdiri dari delapan huruf, yaitu : Dzal ,Waw , Alif , La, Haa , Jim pertama , Jim kedua , dan Haa

HUruf Dza, Waw, Alif, La, Haa sudah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, selanjutnya kita bahas huruf Jim pertama dalam kata DULHIJJAH.

JIM : JIDAAL (Perdebatan atau Berbantah-bantahan) Jidal ini adalah perdebatan-perdebatan yang muncul yang berkaitan dengan aliranaliran dan mazhab-mazhab dan ketetapan-ketetapannya. Dalam persebatan itu seseorang membantah argumentasi lawan debatnya dengan menjatuhkan perkataan lawannya, dengan suatu argumentasi ataupun dengan suatu argumentasi yang meragukan, yang mana dengan argumentasinya itu ia bermaksud agar lawannya membenarkan perkataannya. Hal inilah pedebatan dalam ma’na yang sebenarnya. Adapun perdebatan yang dimaksud disini adalah perdebatan yang dapat merusak ibadah haji, sesuai dengan firman-Nya: “Barang siapa yang menetapkan niatnya pada bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh nafatz, berbuat fasiq dan bebantah-bantahan didalam masa mengarjakan haji” (QS. Al-Baqarah: 197). Perdebatan merupakan bagian dari tentara-tentara nafsu amarah yang mengajak pada kejelekan yaitu; bakhil, tamak, angan-angan, sombong, syahwat, dengki, dan lalai. Pemimpin dari pada tentara-tentara nafsu amarah ini adalah lalai (goflah) dari mengingat Allah. 

Oleh karena itu, Allah melarang kita untuk bergaul dengan orang-orang yang lalai. Allah swt berfirman dalam al-Qur’an: “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”(QS. Al-A'raf: 205). Juga dalam firman-Nya: “Dan sungguh telah Kami jadikan (untuk isi) neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami, dan merka mempunyai telingga tapi tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai”(QS. Al-A'raf: 170). 

Barang kali aku berjalan seperti orang bodoh. Mengajak sesuatu tetapi tidak mengamalkannya. Seperti ungkapan kita kepada orang yang lalai. Bahwa dzikir adalah pintu pembuka hakikat keimanan. Ahli tasawuf mengumpamakan ghoflah dengan janabat, karena orang junub diwajibkan untuk mandi, seperti dalam sebuah perkataan: “Bagaimana bisa puas orang yang ingin masuk ke hadirat Allah, sedang ia belum membersihkan dirinya dari janabat kelalaiannya”. 

#fadloilusyuhur #AbahAos #mursyid #tqn #ppssuryalayasirnarasa #Waktal #WaktalAbahAos #karawang #cikampek #jabar #ShofaWardianSyauqoni #adminpost #UmiSasya #EunisKhoerunnisa, S. Sos.i., M.Ag


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI