MENGIKUTI AKHLAK PERINTAH DAN SUNNAH KEKASIH ALLOH


 

Arti huruf MIIM kedua dalam kata MUHARAM adalah  MAHABBATULLAH (Mencintai Allah)

Tanda cinta kepada Allah itu adalah dengan mengikuti akhlak, perbuatan, perintah, dan sunnah-sunnah kekasih Allah swt. Hal sebagaimana Allah swt berfirman dalam al-Qur’an:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilara-ngnya maka tinggalkanlah” (QS. Al-Hasyr: 7).

Juga dalam firman-Nya:

“Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, maka Allah akan mengasihimu” (QS. Ali Imran; 31).

Rasulullah Muhammad saw. bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, hingga aku lebih ia cin-tai dari anaknya, orang tuanya, dan sekalian manusia” (HR. Ahmad, sepakat juga Turmudzi, Nasa’I, ibnu Madjah, dari Anas. Shohih).

Ibnu Atha’illah berkata: “Tidaklah kamu mencintai sesuatu kecuali kamu menjadi hamba baginya, dan dia tidak ingin kamu menghamba kepada selainnya”.

Oleh karena itu, apabila hati telah mencintai sesuatu ia akan datang kepa-danya, tunduk dan taat kepada seluruh perintahnya. Karena sesungguhnya orang yang mencintai dengan sebenarnya akan menjadi seorang yang patuh kepada seluruh perintah yang dicintainya. Ketaatan dan kepatuhan inilah sebenarnya merupakan hakikat penyembahan (‘ubudiyah).

Tidaklah bagi hati kecuali mengarah kepada Yang Maha Satu, dan tidaklah bagi manusia kecuali hanya memiliki satu hati.

Sebagaimana Allah swt berfirman dalam al-Qur’an:

“Katakanlah: “jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaann yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tingal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq” (QS. At-Taubah; 24).

Juga dalam firman-Nya:

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintai sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (QS. Al-Baqarah: 165).

Oleh karena itu, Allah sangat tidak ridlo kepada hamba-Nya yang menghamba kepada selain-Nya. Seperti pengecaman Allah kepada hamba-Nya yang menghamba kepada nafsunya, yaitu dalam firman-Nya:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan nafsunya sebagai Tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas pengli-hatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (mem-biarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah: 23).

Ayat ini merupakan nash pengecaman bagi orang yang mencintai hawa nafsunya dan mengambil Tuhan selain Allah. Rasulullah saw bersabda:

“Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai dzikrullah, dan tanda benci kepada Allah adalah membenci dzikrullah” (HR. Baihaqi, dari Anas).

#fadloilusyuhur #AbahAos #Mursyid #tqnppssuryalayasirnarasa #pesantrensirnarasa 

#WaktalAbahAos #Karawang #Cikampek #DawuanBarat #JawaBarat #KyaiShofaWardianSyauqoni #adminpost #cinta #cintadzikrullah #talkindzikir #dzikirjahar #khofi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI