PERJUANGAN MELAWAN DIRI SENDIRI

 

Bulan Muharam adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Alloh SWT. diawali dengan huruf MIM yang diartikan MUJAHADATUN NAFS (Perjuangan melawan diri sendiri).

Syaikh As-Sanusi ra, berkata dalam keterangan Al-Juzairi: “Nafsu apabila telah menguasai manusia laksana musuh. Jika ia datang, walau ia bersumber dari kedua orang tua, maka wajib berjuang melawannya dan meminta pertolongan Allah atasnya”.

Allah swt berfirman dalam al-Qur’an:

“Barang siapa berjuang (melawan nafsunya), maka sesungguhnya ia berjuang untuk dirinya sendiri” (Al-Ankabut: 6).

Hijab terbesar antara dirimu dan Allah adalah nafsu. Sedangkan nikmat yang terbesar adalah keluarnya diri dari kungkungan nafsunya. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah sya’ir:

Nafsu itu bagaikan anak kecil yang menyusui

Jika kamu meremehkannya dalam hal ini

Ia akan tumbuh dewasa dengan senang menyusu

Jika kamu lepas ia akan terlepas

dan juga syetan, merupakan perjuangan yang tidak ada ujung dan akhirnya. Hal ini sejalan dengan yang disabdakan baginda Nabi Muhammad saw:

“Kita telah kembali dari jihad yang terkecil kepada jihad yang terbesar, jaitu jihad (perjuangan) melawan hawa nafsu”.

Sebagian orang memilih kalimat La ilaaha illallah sebagai bagian dari bentuk dzikir. Karena kalimat ini merupakan kalimat yang baik (thoyyibah), yang mem-baikkan orang yang mengucapkannya dan berdiri dengan makna-maknanya. Hal ter-sebut terjadi dikarenakan adanya pengaruh yang besar yang mereka dapatkan dalam kebeningan hati orang yang mengucapkan kalimat La ilaaha illallah ini, yang tidak mereka dapatkan pada lafadz-lafadz selain daripada lafadz La ilaaha illallah itu sendiri.

Oleh karena itu, orang yang selalu mendawamkan dzikir dengan kalimat ini, tidak akan pernah mendapatkan kesulitan dalam hidupnya, baik di dunia ataupun di akhirat. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam sebuah hadits:

“Akan tetapi ia bangun dari kuburnya (pada hari kiamat) sambil mengibaskan debu dari kepalanya, seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami” (QS. Fathir: 34).

#fadloilusyuhur #AbahAos #Mursyid #tqnPPSsuryalayasirnarasa #waktal #WaktalAbahAos #Cikampek #DawuanBarat #Karawang #ShofaWardianSyauqoni 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Undzur Maa Qoola Wala Tandzur Man Qoola Kini Dirasa Basi, Maka Penting Akhlak Bagi Seorang Da'i

DZIKIR JAHAR DAN DZIKIR KHOFI