TENTANG TAKHALLI TAHALLI TAJALLI
Menjadi pribadi perfek tidak bisa
diukur dengan meteran apapun. Sebab perfek yang dimaksud yaitu bagaimana agar
prilaku manusia tidak bertentangan dengan tatasusila dan tetap selaras dengan
limit-limit aturan Agama. Tidak ada sesuatu yang lebih sempurna melampaui kepatuhan
terhadap rambu-rambu Agama dan tidak menyalahi tata susila.
Maka yang harus hadir dan dilakukan
manusia untuk mencapai keperfekan (insan al-kamil) atau manusia yang
sempurna sekurang-kurangnya ada tiga hal seperti yang dicontohkan kaum sufi
terdahulu.
Pertama, mengosongkan
atau membersihkan jiwa (takhalli). Setiap orang memiliki
kecenderungan yang berpotensi membuat kotor jiwa atau rohaninya. Kotoran jiwa
seperti hubbub
ad-dunya (cinta dunia), panjang angan-angan (thulu
al-amal) dan sejenisnya harus dibersihkan karena ia hanya hanya
menjadi tabir penghalang bagi manusia untuk lebih memesrai Tuhannya.
Kedua, memperindah
diri (tahalli).
Selama ini manusia hanya sibuk mempermak fisik dan lalai pada keindahan jiwa.
Tidak sedikit di antara kita yang meluangkan waktu lama bersolek di depan
cermin namun tergesa-gesa tatkala sedang berada di atas sajadah beribadah
kepada Tuhan.
Padahal kecantikan jiwalah yang kelak
dapat mengantarkan manusia keindahan yang hakiki yakni perjumpaan hamba dengan
sang Maha Indah kelak dalam kahyangan surgaNya. Jika jiwanya atau hatinya sudah
cantik maka akan terpancar kecantikan itu ke seluruh raganya, ini yang
dinamakan inner beauty (kecantikkan dari dalam)
Ketiga, menyambungkan
diri dengan Tuhan (tajali). Seorang hamba yang menempuh jalan tajali akan
mengarahkan sejauh mata memandang selalu bermuara pada keindahan Tuhan,
kemuliaanNya, kasih-sayangNya, kebaikanNya, kekuasaanNya, dan seterusnya.
Manusia yang sudah nyambung dengan Tuhan
mengerahkan seluruh panca indra bergerak ke satu arah titik focus yakni, hanya
dari, untuk, dan kepada Tuhanlah kehidupan yang senyata-nyatanya. Hanya dengan
LAA ILAAHA ILALLOH.
#talqindzikir #dzikirjahar
#dzikirkhofi #tqn #ppssuryalayasirnarasa

Komentar
Posting Komentar